Dalam beberapa bulan terakhir ini, mulai Mei hingga saat ini (Juli 2022) harga beberapa komoditas pertanian mengalami kenaikan yang cukup signifikan seperti cabai, jagung, tomat dan bawang. Kenaikan ini menjadi berkah bagi petani setelah proses penanaman yang cukup susah untuk dilakukan khusunya bagi petani cabai di Desa Sugiharjo Kecamatan Tuban.
Sebagian lahan pertanian yang berada di Desa Sugiharjo ini merupakan lahan tadah hujan atau sering disebut "Tegalan". Umumnya tanaman-tanaman unggulan didaerah ini adalah jagung, kacang tanah dan cabai yang mana metode penanaman yang dilakukan adalah metode tumpang sari seperti jagung dengan cabai atau kacang tanah dengan cabai. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian mengingat jangka waktu bertani yang hanya dalam setengah tahun saja.
Penanaman cabai dilakukan kurang lebih sebulan setelah penanaman jagung atau kacang tanah. Meskipun penanaman cabai dilakukan pada musim penghujan, namun tidak semua tanaman cabai tersebut dapat bertahan hidup atau mati hanya beberapa hari setelah ditanam.
Tidak cukup sampai disitu, setelah tanaman cabai hidup serangan hama dan penyakit datang silih berganti mulai dari tikus dan penyakit antraknosa. Beberapa cara telah dilakukan oleh Pak Rasidan dan petani sekitarnya dalam mengatasi masalah ini, seperti pengendalian hama tikus dan penyemprotan yang dilakukan secara berkala setiap 10 hari sekali. Usaha-usaha tersebut dilakukan tentunya dengan modal yang tidak hanya berupa tenaga namun juga biaya yang cukup tinggi.
Bak kemarau panjang tersiram hujan, para petani merasa senang lantaran usaha mereka yang cukup sulit dan melelahkan terbayar dengan harga cabai yang sangat tinggi dibandingkan 4 tahun yang lalu. Harga cabai yang berkisar Rp 70.000/kg menjadikan penghasilan mereka meningkat. Meskipun cabai ini sebagai tanaman sekunder namun dengan kerja keras dan efektif hasil yang didapatkan tidak kalah dengan tanaman primer.
Hasil ini dapat dinikmati hingga tanaman cabai yang tidak lagi produktif dikarenakan tidak ada lagi hujan, biasanya pada bulan Agustus. Jadi tidak berlebihan jika apa yang didapatkan petani saat ini merupakan anugrah Allah SWT dan hasil ketekunan dalam mempertahankan kelangsungan tanaman cabai mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar